Breaking News:

Berita Slawi

Muncul Klaster Baru di Puskesmas Kalibakung, Sarmanah: Ditemukan 20 Orang Terpapar Covid-19. 

Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal masih terus bertambah, bahkan sesuai update terakhir pada laman covid19.tegalkab.go.id

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Suasana salah satu Rumah Sakit Rujukan pasien Covid-19 yang ada di Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu. Petugas dengan APD lengkap sedang memantau kondisi pasien yang melakukan isolasi mandiri beberapa waktu lalu.  

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal masih terus bertambah, bahkan sesuai update terakhir pada laman covid19.tegalkab.go.id jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah lebih dari 8.000 kasus.

Seiring penambahan kasus yang terus meningkat, muncul klaster baru penularan Covid-19 di Kabupaten Tegal tepatnya di Puskesmas Kalibakung Kecamatan Balapulang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah Adi Muraeny, pada tribunjateng.com, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Oknum Ketua DPRD dari Nasdem Diduga Danai Pasokan Senjata untuk KKB Papua

Baca juga: Netizen Pertanyakan Desain Poster Sambutan Mahasiswa Baru UI, Ini Kata Pihak Kampus

Baca juga: Video Satpol PP Bongkar 14 PKL Liar di Lahan MAJT

Baca juga: Pria Asal Jatim Jadi Buron Setelah Cabuli 14 Siswa di Asrama di Solok Sumbar

Dijelaskan, klaster Puskesmas di Kalibakung pertama kali terdeteksi karena ada tiga Bidan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Setelah dilakukan tracing ditemukan lagi 17 orang kontak erat yang hasilnya menunjukkan positif Covid-19.

"Jadi awalnya ada tiga bidan yang positif Covid-19, karena mereka kan mobilitas tinggi ketemu banyak pasien kemungkinan terpapar dari situ. Setelahnya kami lakukan tracing kepada kontak erat dan mendapat 17 orang positif Covid-19. Sehingga total ada 20 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada klaster Puskesmas ini," papar Sarmanah.

Pada saat melakukan tracing, lanjutnya, ada 33 orang yang mengikuti tes dan ditemukan 17 orang positif Covid-19.

Selanjutnya mereka yang menunjukan hasil positif, melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Ya saat ini kami semakin gencar melakukan tracing, mengingat jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal juga masih terus bertambah setiap harinya. Sedangkan untuk informasi yang menyebut ada Klaster Pemulasaran Jenazah di Balamoa sampai sekarang saya belum mendapat laporan, tapi semisal memang ada nanti saya informasikan lagi," ungkapnya. 

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji mengatakan, klaster penularan Covid-19 yang muncul sejauh ini yaitu klaster keluarga, klaster pedukuhan, dan klaster Puskesmas Kalibakung.

Baca juga: Kamis, 17 Juni Ini Rupiah Melemah ke Rp 14.353 per Dolar AS

Baca juga: BH Tikam Mantan Suami dari Istrinya Hingga Tewas Karena Harta Gana-Gini yang Didapat Istri Kurang

Baca juga: Ganjar Usul Ada Relawan Mahasiswa di Karantina Pasien Covid-19, Skripsi Diganti Praktik

Baca juga: Ganjar Minta Asrama BPSDMD Jateng di Srondol Semarang Dioptimalkan untuk Isolasi Terpusat

"Untuk Klaster Puskesmas di Kalibakung karena mereka yang terpapar sudah divaksin maka masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sekarang masih isolasi mandiri. Sehingga saya ingatkan lagi, meski sudah divaksin resiko tertular masih ada. Karena daya tahan tubuh bagus mereka yang sedang isoman setelah 10 hari sudah bisa beraktivitas lagi," jelas Hendadi.

Ditemukannya beberapa tenaga kesehatan di Puskesmas Kalibakung yang terpapar, Hendadi menegaskan tidak berpengaruh terhadap pelayanan dalam arti pelayanan tetap berjalan.

Dengan kata lain kegiatan seperti tracing, vaksinasi, dan lain sebagainya masih beroperasi seperti biasa. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved