Breaking News:

Wisata Jateng

Kesulitan Peroleh Omzet selama Pandemi, Beruntung Ada Pecinta Binatang yang Peduli Dolphin Center

Dengan segala keterbatasan pelaku usaha di bidang pariwisata Batang Dolphin Center (BDC) tetap bertahan di tengah PPKM.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Manajer Batang Dolphin Center, Bagus Wijaya Danu saat memberi makan sejumlah hewan, Jumat (6/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dengan segala keterbatasan pelaku usaha di bidang pariwisata Batang Dolphin Center (BDC) tetap bertahan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Meski begitu, tidak dipungkiri lambat laun anggaran untuk pembelian pakan hewan mulai menipis.

“Untungnya BDC didominasi herbivora, sehingga tidak terlalu sulit mencari pakan,” tutur Manajer Batang Dolphin Center, Bagus Wijaya Danu, Jumat (6/8/2021).

Dijelaskannya, BDC diperkirakan dapat bertahan di tengah Pandemi Covid-19 hingga dua tahun ke depan. 

Baca juga: Viral Resepsi Pernikahan Online, Pengantin Pria Isolasi Mandiri, Hadir di Layar Kaca di Pelaminan

Baca juga: Pakai Tanduk Kerbau untuk Bekam‎, Arif Buka Pengobatan Gratis Setiap Hari Minggu 

Baca juga: Kuota BBM Subsidi Terbatas, Nelayan di Kendal Didorong Bisa Penuhi Kebutuhan Solar Non Subsidi

Hal itu dikarenakan bisnis yang digeluti tidak hanya bergerak di satu bidang saja, tapi juga ada perhotelan dan restoran, yang masih bisa bergerak. 

“Tetapi di masa sekarang semua merasakan sulit, termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang mempunyai perhatian terhadap satwa akan berkurang. Penyumbang pun hanya bagi kalangan tertentu, yang benar-benar penyayang satwa atau sudah terbiasa memberi sumbangan karena ada kelebihan dana,” jelasnya.

Selama ini, lanjut dia masih ada sejumlah komunitas pecinta satwa yang memberikan perhatian lebih dengan menyumbangkan pakan.

“Kami sangat berterima kasih masih ada yang memperhatikan satwa. Mereka ada yang nyumbang pisang sepuluh sisir, pepaya dua keranjang, wortel sepuluh kilogram, ubi, singkong,” ujarnya.

Sementara, untuk ikan, Dolphin Center masih mendapatkan potongan harga dari para nelayan di Batang. 

“Kalau dulu satu kilogram ikan harganya Rp 25 ribu, sekarang cuma Rp 15 ribu, mereka memberikan potongan harga, sekaligus bentuk perhatian terhadap satwa,” ujarnya.

Masalah pakan, jika dalam kondisi wajar satwa diberi makan wortel, tetapi sekarang diberikan pakan alternatif. 

“Kalau herbivora kami masih bisa cari rumput di sekitar kebutuhan rumput bisa mencapai satu ton untuk memberi pakan hewan dalam satu hari setengah, kalau karnivora tidak terlalu merepotkan, karena hanya ada buaya dan macan tutul yang  membutuhkan daging 2-3 kilogram untuk sehari bisa bergantian antara daging sapi atau ayam,” imbuhnya.

Baca juga: Optimalkan Pemanfaatan Panas Bumi, PLN Dukung Pembentukan Holding Geothermal Indonesia

Baca juga: Video Ratusan Warga Ikut Vaksin Dapat Paket Sembako dan Ayam

Baca juga: 19 Napi Lapas Tertular Virus Corona Mantan Direktur RSUD Sragen

Menurutnya, agar pariwisata cepat dibuka dibutuhkan kesadaran dari masyarakat tentang disiplin protokol kesehatan.

“Pakailah masker, coba lihat di luar kalau ketemu warga berapa di antara mereka yang memiliki kesadaran untuk memakai masker dengan yang tak bermasker virusnya kecil yang penting pakai saja dulu maskernya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved