Breaking News:

Berita Pati

Tasyakuran Hari Jadi ke-698 Kabupaten Pati di Pendopo Kemiri, Bupati Jelaskan Makna Tema Peringatan

Pemerintah Kabupaten Pati menggelar Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-698 Kabupaten Pati sekaligus HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Sebagai bagian dari tradisi, Pemerintah Kabupaten Pati menggelar Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-698 Kabupaten Pati sekaligus HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (6/8/2021) sore.

Tasyakuran dengan undangan terbatas dan penerapan protokol kesehatan ketat ini digelar di Pendopo Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Pati.

Acara ini berlangsung singkat. Durasinya hanya sekira 30 menit, dimulai sekira pukul 16.25 WIB dan berakhir sebelum pukul 17.00.

Rangkaian acaranya antara lain sambutan oleh bupati, doa bersama, dan pemotongan tumpeng oleh wakil bupati untuk diserahkan pada Kepala Desa Sarirejo.

Baca juga: Kuota BBM Subsidi Terbatas, Nelayan di Kendal Didorong Bisa Penuhi Kebutuhan Solar Non Subsidi

Baca juga: 19 Napi Lapas Tertular Virus Corona Mantan Direktur RSUD Sragen

Baca juga: 17 Agustusan, Kapolresta Solo Imbau Masyarakat Tak Mengadakan Kegiatan Berpotensi Kerumunan 

Tidak ada kegiatan makan bersama.

Tamu undangan yang hadir, di antaranya jajaran Forkopimda, membawa pulang nasi berkat yang dibagikan.

Dalam peringatan hari jadi kali ini, Pemerintah Kabupaten Pati mengusung tema “Bangkit Bersama Lawan Corona untuk Pati Makin Sejahtera”.

“Kami membuat tema sesuai situasi dan kondisi. Kita masih dalam suasana keprihatinan menghadapi Covid-19. Namun, kita tidak bisa menghindari memperingati hari jadi. Memang tidak bisa meriah, namun tetap menyelenggarakan,” kata Bupati Pati Haryanto.

Dia menyebut, pemerintah telah membuat pembatasan-pembatasan untuk dipatuhi masyarakat.

Sehingga, jajaran pemerintah daerah harus memberi contoh yang baik dalam menggelar kegiatan.

“Kami menggelar acara sederhana semacam ini sebagai bentuk contoh pada masyarakat bahwa event bisa tetap dilaksanakan dengan sederhana dan mematuhi protokol kesehatan. Pemkab menyelenggarakan peringatan hari jadi tahun ini tanpa pawai, hiburan, dan perayaan. Namun tetap jalan, karena sejarah tidak bisa dilupakan,” papar Haryanto.

Baca juga: Viral Resepsi Pernikahan Online, Pengantin Pria Isolasi Mandiri, Hadir di Layar Kaca di Pelaminan

Baca juga: 19 Napi Lapas Tertular Virus Corona Mantan Direktur RSUD Sragen

Baca juga: Kisah HH Jadi Korban Penculikan, Pelaku Minta Tebusan Rp 5 Miliar, Sempat Dikira Pelaku Tabrak Lari

Ditanya mengenai harapannya pada momen hari jadi ini, Haryanto menyebut, sesuai semboyan dari leluhur, yakni “kridane panembah gebyare bumi”, ia berharap semua unsur di Pati bisa bekerja keras bersama-sama.

“Bekerja keras untuk meraih kemuliaan dan kesejahteraan, itulah yang kita harapkan. Setiap tahun hari jadi diperingati agar kita bisa bangkit, sejahtera, rakyatnya tentrem ayem. Saya juga berharap kita bisa segera keluar dari pandemi,” tandas dia. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved