OPINI
OPINI Mahendra : Membentuk Korporasi Petani
Problem krusial petani saat ini adalah kepemilikan dan lahan garapan yang kecil sehingga tingkat keekonomisan yang belum optimal.
Sifat budidaya yang lebih tergantung dengan alam, kegagalan panen yang dialami petani tentu menjadi permasalahan yang sangat serius. Petani yang tergolong miskin seringkali tidak memiliki tabungan untuk menutupi kerugian usahataninya.
Akan muncul masalah bagaimana petani mendapatkan modal untuk memulai kembali usahataninya, mulai dari pembelian bibit, pupuk, pestisida, dan sarana produksi pertanian lainnya. Petani akan dituntut untuk mendapat modal dari pihak lain.
Kelembagaan petani menjadi sangat penting sehingga perlu diperkuat untuk dapat dengan mudah mendapatkan akses ekonomi yang lebih luas dalam hal keterjaminan pemasaran dan permodalan dari bank-bank komersial.
Pemangku kepentingan yang terlibat dalam model adalah petani sebagai pemegang saham sekaligus pekerja yang digaji, perusahaan swasta dan BUMN dapat didorong menyediakan modal usaha, dan pemerintah sebagai penyedia infrastruktur pendukung berupa bibit, pupuk, serta traktor untuk meningkatkan produktivitas. Infrastruktur jalan dan jembatan juga ikut ditingkatkan sehingga proses distribusi bisa berjalan lancar. (*)
Baca juga: Mundur dari Dunia Hiburan dan Jadi Menantu Siti Nurhaliza, Artis Ini Bagi-bagi 3 M saat Ulangtahun
Baca juga: Hotline Semarang: Pasar Johar Jangan Dijadikan Bancaan Oknum
Baca juga: Barang Berharga Tak Dilirik, Pencuri Pilih Gasak Ribuan Buku Nikah di Kantor Kemenag, Ini Tujuannya
Baca juga: Dipinang Golkar, Apa Jawaban Ganjar Pranowo? Sekjen PDIP Sebut Golkar Putus Asa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/festivl-pertnian.jpg)