Breaking News:

Berita Kudus

Vaksinasi untuk Anak di Kudus Tunggu Vaksinasi Lansia Mencapai 60 Persen

Target vaksinasi di Kabupaten Kudus untuk lansia terus digencarkan. Selanjutnya vaksinasi akan menyasar anak usia 6 sampai 11 tahun.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo saat memberikan keterangan pada wartawan di kompleks Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Target vaksinasi di Kabupaten Kudus untuk lansia terus digencarkan.

Sebab, setelah mencapai target 60 persen lansia yang divaksin, vaksinasi akan menyasar anak usia 6 sampai 11 tahun.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, saat ini target vaksinasi lansia sudah mencapai 56 persen untuk dosis pertama. Sedangkan vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun baru akan dilaksanakan setelah vaksinasi lansia mencapai target 60 persen.

"Karena untuk vaksin lansia kami baru mendapatkan 57 persen sekian untuk dosis satu, kami targetkan untuk 60 baru nanti ada vaksinasi anak. Kalau yang vaksinasi umun kami sudah memenuhi target," ujar Hartopo, Senin (13/12/2021).

Hartopo mengatakan, untuk target sebesar 60 persen untuk vaksinasi lansia bakal rampung sampai akhir tahun 2021.

Baca juga: Identitas Terkuak, Kerangka Manusia di Persawahan Kendalserut Tegal Bernama Toyibu

Baca juga: .Helianto Dijanjikan Upah Rp 20 Juta Per Kilogram Jika Bisa Selundupkan Sabu Lewat Tanjung Emas

Baca juga: Dinkes Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Tahap Tiga, Siswa di Semarang Dites PCR

Mekanisme penyuntikan vaksin anak, kata Hartopo, akan melibatkan institusi sekolah. Penyuntikan rencananya juga akan dilakukan di sekolah.

Untuk jenis vaksin yang digunakan yakni vaksin jenis Sinovac. Nantinya akan segera dipasok oleh pemerintah provinsi.

Lebih lanjut, kata Hartopo, pihaknya telah memerintahkan kepada dinas kesehatan setempat untuk terus gencar melakukan vaksinasi.

Sebab, saat ini per hari rata-rata suntikan vaksin di Kudus mencapai 330 dosis. Dia menargetkan agar per hari bisa mencapai 500 dosis.

Selanjutnya, ketika ada sisa vaksin yang belum visa terserap akam segera didistribusikan untuk daerah lain. Hal itu untuk menghindari vaksin kedaluwarsa.

Baca juga: Kenalkan Batik Khas Batang, Pelajar SDN Denasri Wetan 02 Membatik di Galeri Batik Rifaiyah

Baca juga: Universitas Harapan Bangsa Sapa Masyarakat Purwokerto

Baca juga: Kunjungi Unissula Semarang, Uniska Banjarmasin Tertarik Akreditasi Internasional

Pasalnya, saat ini ada sekitar 11 ribu dosis vaksin jenis AstraZeneca yang mendekati kedaluwarsa.

"Jika memang tidak mampu menyuntikkan segera dikirim (ke daerah lain)," kata dia. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved