Pemkab Pati
Warga Keluhkan Tarif Parkir di Stadion Joyokusumo, Begini Respon Dinporapar Pati
Dinporapar Kabupaten Pati telah melakukan pembinaan terhadap pengelola parkir stadion, yakni Pemuda Winong Kecamatan Pati.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemkab Pati menyikapi laporan masyarakat yang mengeluhkan tarif parkir di Stadion Joyokusumo Pati.
Terkait hal ini, Dinporapar Kabupaten Pati telah melakukan pembinaan terhadap pengelola parkir stadion, yakni Pemuda Winong Kecamatan Pati.
Perwakilan mereka diundang untuk diberi pembinaan pada Senin (9/5/2022).
Baca juga: Begini Cara Askab PSSI Pati Membina Pemain Usia Dini, Pendaftaran Kompetisi Sudah Dibuka
Baca juga: Ingat Pria Mabuk Tantang Polisi saat Hiburan Orkes di Tayu Pati, Ini Ancamannya
Baca juga: Tak Perlu Antri, Begini Cara Mengurus e-KTP Rusak di Kabupaten Pati Secara Online
Baca juga: ASN Pemkab Pati Sudah Ngantor, Berikut Aktivitas Hari Pertama Seusai Libur Lebaran
"Dengan banyaknya laporan atau keluhan tentang (pengelolaan) parkir yang dilaksanakan oleh mereka, kami minta agar menandatangani surat pernyataan berisi komitmen untuk mematuhi aturan," terang Kepala Dinporapar Kabupaten Pati, Rekso Soehartono kepada Tribunjateng.com, Senin (9/5/2022).
Disaksikan pihak desa, Pemuda Winong Kecamatan Pati berjanji untuk mengikuti enam aturan yang telah ditetapkan Pemkab Pati.
"Pertama, mereka tidak boleh memungut parkir di depan pintu gerbang," tegas Rekso.
Kedua, menarik tarif parkir hanya pada Minggu.
"Kemudian poin ketiga dan keempatnya adalah memungut parkir di tempat parkir yang sudah dipersiapkan, dengan tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 1.000."
"Adapun untuk mobil dikenakan parkir Rp 2.000," imbuh dia.
Berikutnya, petugas parkir wajib memakai seragam atau rompi sesuai kesepakatan rapat pada Januari 2022.
"Dan terakhir, apabila Pemuda Winong Kecamatan Pati melanggar atau bertindak tidak sesuai kesepakatan, akan ditindak oleh Dinporapar sebagai pengelola Stadion Joyokusumo Pati," pungkasnya. (*)
Baca juga: Begini Warga Kendal Laksanakan Tradisi Lebaran Ketupat, Tak Sekadar Makan Bersama
Baca juga: 1.085 Nakes Masih Berstatus Non ASN di Batang, Wihaji: Secara Bertahap Jadi PPPK
Baca juga: Arus Balik Lebaran Melalui Jalur Udara Masih Terjadi, Ini Kata SRM Bandara Ahmad Yani Semarang
Baca juga: Hari Pertama Bekerja, Pemkab Demak Gelar Halal bihalal