Berita Pendidikan

Pesan Wali Kota Pekalongan di Tahun Ajaran Baru, Jangan Ada Kekerasan Selama MPLS

Wali Kota Pekalongan harapkan, jangan sampai ada kasus di dunia pendidikan Kota Pekalongan yang menjurus ke tindakan kekerasan kepada anak didik baru.

TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Hari pertama tahun ajaran baru di Kota Pekalongan, berlangsung Senin (11/7/2022). 

Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid berpesan, seluruh satuan pendidikan untuk mengawasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

Sehingga tidak ada kasus kekerasan fisik yang menimbulkan korban.

Baca juga: Bupati Pekalongan Fadia: Pembagian Hewan Kurban Harus Merata

Baca juga: Idul Adha 1443 H, Pemkot Pekalongan Salurkan 21 Hewan Kurban ke 3 Masjid dan 11 lembaga

"Kami tekankan untuk MPLS, jangan sampai ditemukan tindakan-tindakan kekerasan."

"Harus lebih difokuskan pada pembinaan."

"Kami harapkan, jangan sampai ada kasus di dunia pendidikan Kota Pekalongan yang menjurus ke tindakan kekerasan kepada anak didik baru," kata Aaf sapaan akrab Wali Kota Pekalongan ini kepada Tribunjateng.com, Senin (11/7/2022). 

Aaf mengimbau, masa pengenalan sekolah harus lebih fokus dengan program-program sekolah. 

Memberikan pembinaan ke peserta didi baru agar lebih mengenal lingkungan sekolah. 

Kemudian pembelajaran yang bersifat individual harus dialihkan kembali dalam bentuk yang kerja sama atau berkelompok. 

Hal itu penting untuk menumbuhkan rasa sosial antar sesama siswa dan membangkitkan semangat dalam memahami pelajaran.

Baca juga: Supir Mengantuk, Pikap Bawa 5 Sapi Kurban di Pekalongan Tabrak Pohon Asem

Baca juga: 6 Atlet Pentaque Kabupaten Pekalongan Berangkat Popda Provinsi, Firmanda : Target 1 Emas dan 2 Perak

"Ayo lakukan kegiatan yang mengarah pada pembinaan dan perkenalan sekolah." 

"Bangun dan kuatkan mental anak peserta didik baru, namun jangan menjurus ke kekerasan,” ungkapnya. 

Kepala Disdik Kota Pekalongan, Zainul Hakim mengatakan, pelaksanaan tahun ajaran kali ini di semua jenjang satuan pendidikan sudah full Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Ia mengimbau, agar protokol kesehatan tetap diperhatikan. 

“kami imbau penerapan protokol kesehatan tetap diperhatikan." 

"Hal ini harus dilakukan, mengingat Covid-19 masih ada."

"Ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus lain,” ujarnya. (*)

Baca juga: Tahun Depan Patroli Dishub Kota Semarang Gunakan Mobil Listrik

Baca juga: 2.268 Sapi di Karanganyar Sudah Disuntik Vaksin PMK, Tersisa Tiga Kecamatan Lagi

Baca juga: DPMPTSP Kudus Katakan Ini, Penyebab Target Nilai Investasi Masih Sulit Terealisasi

Baca juga: Saat DKPP Jepara Cek Hewan Kurban, Petugas Temukan Cacing Hati di Tiga Lokasi Ini

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved