Berita Pati
Haryanto Sebulan Lagi Purna Tugas Sebagai Bupati Pati, Ini Katanya
Haryanto menyebut bahwa selama dua tahun terakhir, alokasi anggaran yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur sangat jauh lebih sedikit.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Kepemimpinan Bupati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin pada periode 2017-2022 mendapat nilai 90,11 atau kategori baik sekali, berdasarkan audit akhir masa jabatan oleh Inspektorat.
Hal itu diungkapkan Haryanto saat melakukan bina aparatur pemerintahan desa di Kecamatan Jaken dan Jakenan, Selasa (12/7/2022).
Baca juga: Idul Adha 1443 H, Polres Pati Distribusikan Daging 3 Ekor Sapi untuk Kaum Duafa dan Yatim Piatu
Baca juga: Pemkab Pati Berharap Pemprov Jateng Ikut Patungan untuk Penyelenggaraan Pilkada 2024
“Alhamdulillah tinggal satu bulan lagi saya akan purnatugas sebagai Bupati Pati."
"Saya sudah banyak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat."
"Menurut saya sudah baik, namun tentunya masih ada kekurangan dan itu wajar."
"Tetapi sesuai audit akhir masa jabatan kami memperoleh nilai 90,11, ini artinya sangat baik,” jelas pria yang sudah menjabat Bupati Pati selama dua periode ini.
Haryanto mengklaim telah membuat ayem tentrem masyarakat Kabupaten Pati.
Hal ini terbukti dengan tidak banyak persoalan di pemerintahan.
“Kalau di daerah lain banyak OPD maupun kepala desa yang tersangkut masalah hukum."
"Di sini juga ada Kepala Desa yang tersangkut hukum, tapi kecil-kecil,” imbuh dia kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/7/2022).
Baca juga: Isak Tangis Warnai Serah Terima Siswa SMKN Jateng Pati
Baca juga: Kejari Pati Musnahkan Ribuan Barang Bukti Tindak Pidana, Ada Narkoba Hingga Senjata Api
Haryanto juga menyebut bahwa dirinya telah melaksanakan janji-janji politik secara baik melalui pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pelayanan kepada masyarakat, menurutnya juga telah dilakukan secara optimal.
Namun demikian, Haryanto menyebut bahwa selama dua tahun terakhir, alokasi anggaran yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur sangat jauh lebih sedikit jumlahnya dibanding sebelumnya.
Sebab, sebagian besar anggaran yang ada digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19.
"Apalagi juga harus mencukupi anggaran-anggaran yang dipergunakan untuk penanganan pandemi."