Berita Pati

Kejari Pati Musnahkan Ribuan Barang Bukti Tindak Pidana, Ada Narkoba Hingga Senjata Api

Pemusnahan barang bukti di Kejari Pati merupakan salah satu rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, dimana puncaknya pada 22 Juli

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
KEJARI PATI
Saat pihak Kejari Kabupaten Pati memusnahkan ribuan barang bukti dan rampasan perkara tindak pidana yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht di halaman kantor setempat, Selasa (12/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pati memusnahkan ribuan barang bukti dan rampasan perkara tindak pidana yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht.

Kegiatan ini digelar di Halaman Kejari Pati, Selasa (12/7/2022). 

Pemusnahan barang bukti dilakukan oleh Kajari Pati Mahmudi, Kepala Dinkes Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia, Humas Pengadilan Negeri (PN) Pati Aris Dwihartoyo, serta beberapa perwakilan instansi terkait. 

Baca juga: Isak Tangis Warnai Serah Terima Siswa SMKN Jateng Pati

Baca juga: Idul Adha 1443 H, Polres Pati Distribusikan Daging 3 Ekor Sapi untuk Kaum Duafa dan Yatim Piatu

Baca juga: Pemkab Pati Berharap Pemprov Jateng Ikut Patungan untuk Penyelenggaraan Pilkada 2024

Baca juga: Salat Idul Adha di Masjid Besar Juwana, Bupati Pati Haryanto Bahas Pembongkaran Jembatan

Kajari Pati, Mahmudi mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan ini dari berbagai kasus. 

Meliputi 45 kasus narkotika dan kesehatan, 4 perjudian, 2 penggelapan, 2 pencurian, dan 5 kasus minuman keras. 

"Barang bukti itu yakni 4.062 butir obat terlarang dari berbagai jenis."

"Jenisnya, Zypraz Alprazolam, Tramadol Hcl, Trihexyphenidyl Tablet."

"Lalu, ada 41,5 gram sabu," ujar Mahmudi kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/7/2022). 

Selain itu, beberapa telepon seluler, dua senjata api, dan 212 miras dari berbagai jenis juga dimusnahkan. 

Ratusan miras ini terdiri dari wiski, vodka, anggur merah, anggur malaga, soju, congyang, dan arak putih. 

"Ada juga helm, beberapa butir peluru, baju, kartu remi, kupon kosong, 1 bendel kertas catatan uang perjudian."

"1 spidol warna merah, 1 kalkulator, 1 staples, 3 lembar kertas lamaran, 1 bolpoin, 1 bendel kertas karbon," papar Mahmudi

Barang-barang bukti ini dimusnahkan dengan cara dilarutkan menggunakan air, dibakar, dan dipotong.

"Pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, dimana puncaknya pada 22 Juli," ungkap Mahmudi

Dia berharap, dengan pemusnahan barang bukti ini, masyarakat tidak menggunakan obat-obatan terlarang, senjata api, dan melakukan tindak pidana minuman keras. (*)

Baca juga: Luncurkan Program Si BENING, Cara Lain Pemkot Semarang Tekan Angka Stunting, Target Turun 14 Persen

Baca juga: Janji Disdagkop UKM Kendal Saat Harkopnas: Kami Akan Kembangkan Digitalisasi Koperasi

Baca juga: DPC Partai Gerindra Kota Semarang: Semoga Ada 4 Kader Perempuan di Kursi Legislatif

Baca juga: Digitalisasi Letter C Melalui Aplikasi Protades, Kecamatan Bonang Demak Jadi Pilot Project

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved