Berita Batang

UPDATE Kasus Guru Agama Cabuli Siswa, Pelaku Berstatus PNS, Begini Reaksi Disdikbud Batang

Seandainya kegiatan tidak di sekolah, harus membuat laporan proposal maupun surat pertanggungjawaban mutlak kepada Disdikbud Kabupaten Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kabid Ketenagakerjaan Disdikbud Kabupaten Batang, M Arif Rahman. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menyikapi adanya peristiwa oknum guru agama berstatus PNS yang melakukan tindakan pencabulan, Disdikbud Kabupaten Batang bergerak cepat melakukan berbagai langkah.

Hal itu mengantisipasi adanya tindakan serupa di lingkungan sekolah serta melindungi anak untuk mendapatkan  pendidikan yang nyaman di sekolah.

Kabid Ketenagakerjaan Disdikbud Kabupaten Batang, M Arif Rahman mengatakan, dengan adanya peristiwa ini yang pertama pihaknya turut prihatin.

Baca juga: Tinjau Uji Kompetensi Pelatihan Kerja, PJ Bupati Batang Harap BLK Bisa Tingkatkan SDM

Baca juga: RY Staf PT Aquilla Transindo Utama Ditahan, Tersangka Kasus Tagihan Fiktif Pelabuhan PLTU Batang

Baca juga: Terus Bertambah, Korban Lapor Pencabulan Oknum Guru Agama di Batang Capai 13 Orang 

Baca juga: Tes Kejujuran yang Jadi Modus Oknum Guru Agama di Batang Lecehkan Puluhan Siswi, TKP di Sekolah

"Kami langsung mengadakan langkah-langkah upaya dengan segera melakukan pembinaan secara masif kepada seluruh kepala sekolah di Kabupaten Batang."

"Mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (30/8/2022).

Lebih lanjut, beberapa poin dalam langkah tersebut seperti kegiatan siswa yang harus dilaksanakan di luar jam dinas atau jam sekolah atau lebih dari pukul 14.00, kepala sekolah harus mengawasi atau berada di sekolah selama kegiatan tersebut.

"Seandainya kegiatan itu tidak di sekolah, harus membuat laporan proposal maupun surat pertanggungjawaban mutlak kepada Disdikbud Kabupaten Batang."

"Hal itu agar kegiatan bisa dilaksanakan sehingga ada yang bertanggungjawab," terangnya.

Kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali, pihaknya akan perkuat pengawasan yang dilakukan kepala sekolah.

"Kami juga minta bantuan ke masyarakat untuk bersama mengawal pendidikan di Kabupaten Batang agar bisa berjalan baik, aman, dan nyaman, serta tidak terjadi peristiwa seperti itu lagi," ujarnya.

Terkait sanksi kepada pelaku, pihaknya limpahkan sesuai proses hukum yang ada.

"Untuk sanksi yang akan diberikan secara kepegawaian itu menjadi ranahnya BKD Kabupaten Batang,"pungkasnya. (*)

Baca juga: Hasil Liga 2 Hari Ini, Persipa Pati Menang di Magelang Lawan Nusantara United, Skor Akhir 2-1

Baca juga: Apa Motif JHK Curi Ratusan Berkas di Kantor DPRD Pati? Pelaku Warga Dukuhseti

Baca juga: 120 Narapidana Rutan Jepara Jalani Pengobatan, Ada Apakah?

Baca juga: Jalan Palir - Kaliancar Kota Semarang Ditutup Hingga 28 Desember 2022

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved