kominfo kota pekalongan

Dinkes Kota Pekalongan Ajak Masyarakat Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Pasca Banjir

Dinkes Kota Pekalongan mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai genangan air.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Warga Kota Pekalongan saat gotong-royong membersihkan gorong-gorong. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pasca banjir, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mengimbau kepada masyarakat, untuk mewaspadai genangan air agar tidak menjadi tempat perindukan nyamuk dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Kota Pekalongan sempat terdampak banjir, pasti ada genangan yang perlu diwaspadai semua warga untuk antisipasi jangan sampai ada perindukan untuk nyamuk, karena hujan mulai reda biasanya ada genangan sebagai tempat perindukan nyamuk," kata kepala bidang pelayanan kesehatan Kota Pekalongan, Tri Nurtiyasih, Minggu (15/1/2023).

Warga Kota Pekalongan saat gotong-royong membersihkan gorong-gorong.
Warga Kota Pekalongan saat gotong-royong membersihkan gorong-gorong. (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

Disampaikan Tiyas, PSN harus dilakukan baik di dalam rumah hingga lingkungan sekitar.

"Biasanya, setelah banjir banyak ditemui sampah berserakan dan menampung sisa air seperti botol, plastik, ember maupun lainnya yang kemungkinan besar menimbulkan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD)," imbuhnya.

Warga Kota Pekalongan saat gotong-royong membersihkan gorong-gorong.
Warga Kota Pekalongan saat gotong-royong membersihkan gorong-gorong. (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

Menurutnya, PSN dapat dilakukan dengan 3M plus, yakni menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampung air lemari es, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum dan kendi, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

"Saatnya untuk bersih-bersih, semua sampah dibersihkan jangan sampai untuk perindukan nyamuk supaya tidak ada peningkatan kasus DBD," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved