Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mahasiswa Korban Mutilasi di Sleman

Rektorat UMY Membela Korban Mutilasi di Sleman: Redho Mahasiswa Berprestasi dan Aktif Berorganisasi

UMY menyebut Redho ternyata sedang melakukan kegiatan penelitian terkait kelompok LGBT di DIY sejak sekira tiga bulan lalu.

Editor: deni setiawan
kolase istimewa/tribun jogja
Redho Tri Agustian (kanan), mahasiswa UMY korban mutilasi di Sleman, Yogyakarta yang dikenal aktif. 

"Kami sudah mengumpulkan teman-temannya satu organisasi kemahasiswaan, mereka mengatakan tidak ada yang aneh."

"Bahkan para mahasiswa bilang, korban adalah penerima hibah penelitian dari lembaga kemahasiswaan,” ujarnya.

Gunawan menyebut, Redho sudah aktif dalam kegiatan kepramukaan sejak masih SMA, terus berlanjut ke tingkat kampus.

Selain itu, korban juga ikut terlibat dalam rapat-rapat mahasiswa.

Baca juga: 53 Wanita Disekap dan Dipaksa Jadi LC di Yogyakarta, Terungkap saat Salah Satu Kabur Jebol Atap

“Sedih karena anak ini baik-baik saja dan sering ikut rapat penerimaan mahasiswa baru 2023,” tuturnya.

Gunawan mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya mencoba membuat mekanisme agar kampus bisa dapat memahami masalah yang dialami mahasiswa.

Menurutnya, masalah keterlambatan kuliah, terlambat ikut ujian atau mengumpulkan tugas, termasuk kesulitan ekonomi adalah hal yang umum ditemukan di sebuah kampus.

Namun masalah yang sifatnya pribadi jarang terungkap.

“Bagi kami peristiwa mutilasi ini menyadarkan bersama bahwa ternyata kampus harus lebih bisa memahami kondisi psikologis mahasiswa,” katanya.

Terpisah, bagi Rini Trihastuti, guru SMA Negeri 4 Pangkalpinang, Redho Tri Agustian adalah sosok yang disayangi.

Redho juga dikenal sopan dan santun kepada siapapun.

Baca juga: Isi Percakapan Korban dengan Pelaku Mutilasi Mahasiswa di Yogyakarta Dibongkar Polisi

"Dia (Redho) siswa saya sewaktu masih duduk di SMA, dia saya kenal baik, sopan, rajin, aktif di organisasi, dan berprestasi di bidang akademik," kata Rini Trihastuti.

"Redho zaman SMA, sering ikut lomba mewakili sekolah dan itu pun saya yang melatih serta membimbing dia hingga sampai lulus SMA," tambahnya.

Rini juga mengenang sosok Redho yang dianggapnya seperti anaknya sendiri.

"Walaupun dia sudah kuliah, tetap menjalin komunikasi terus dengan saya sampai sekarang dan dia saya anggap anak sendiri," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved