Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Larangan Study Tour di Jateng

Komisi D DPRD Kendal Minta Larangan Study Tour Dikaji Ulang

Ketua DPRD Kabupaten Kendal Mahfud Sodiq menyoroti substansi study tour yang selama ini seolah telah menjadi kewajiban di sekolah.

|

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Komisi D DPRD Kabupaten Kendal ikut menyoroti larangan study tour di kalangan siswa buntut kecelakaan maut Subang Jawa Barat. 

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud Sodiq menilai, pelarangan tersebut bakal berimbas pada pendapatan perusahaan bus.

Termasuk sopir bus juga ikut terkena dampak ekonomi lantaran sepi pelanggan.

Baca juga: "Kita Sudah Tersertifikasi" Yimmy Sesalkan Aturan Larangan Study Tour, Kini Orderan Makin Menurun

Baca juga: Pemilik PO Bus di Purwokerto Soal Aturan Larangan Study Tour: Sekarang Banyak Bus Nongkrong

Mahfud meminta aturan larangan bisa dikaji ulang secara matang agar tidak ada pihak yang dirugikan.

"Melarang langsung juga enggak bijaksana."

"Karena kasihan juga kalau lihat dari sisi yang lain," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (20/5/2024).

Menurut Mahfud, langkah yang perlu diambil pemerintah dan sekolah ialah memastikan keamanan armada bus yang bakal digunakan untuk study tour.

"Hal teknis perlu disiapkan betul karena ini menjadi kunci."

"Pemerintah juga harus tegas aturan ramp check kelaikan jalan armada bus." jelasnya.

Selain sisi teknis, Mahfud Sodiq juga menyoroti substansi study tour yang selama ini seolah telah menjadi kewajiban di sekolah.

Baca juga: Pengamat Transportasi Sikapi Larangan Study Tour di Jateng: Pengawasan Bus Pariwisata Diperketat

Baca juga: Disdikpora Kabupaten Jepara: Larangan Study Tour Berlaku untuk SMA dan SMK Negeri

Menurutnya, pelaksanaan study tour harus benar-benar memberi manfaat ke siswa.

Artinya porsi pembelajaran di luar kelas dan hiburan harus seimbang.

"Kepala sekolah harus mengecek betul soal kemanfaatan dan kemudharatan study tour."

"Kalau sifatnya buat pengembangan karakter bagi kami tidak masalah," 

"Study tour kebanyakan sifatnya lebih ke hiburan, sisi pembelajaran kurang begitu dapat." paparnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved