Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Myanmar

Bencana Dunia : Banjir Besar di Myanmar Tewaskan 226 Orang

Banjir besar yang melanda Myanmar menewaskan 226 orang. Jumlah itu meningkat dan PBB memperingatkan banyak orang yang membutuhkan bantuan

Tangkapan layar via Sky News
Ilustrasi banjir 

TRIBUNJATENG.COM, NAYPYIDAW -- Banjir besar yang melanda Myanmar menewaskan 226 orang. Jumlah itu meningkat dan PBB memperingatkan banyak orang yang membutuhkan bantuan.

Sebelumnya, Topan Yagi melanda beberapa negara, seperti Vietnam utara, Laos, Thailand, dan Myanmar, lebih dari seminggu yang lalu.

Bencana angin kencang dan hujan lebat, yang memicu banjir dan tanah longsor telah menewaskan lebih dari 500 orang, menurut data resmi.

Dikutip dari AFP, pada Selasa (17/9), televisi pemerintah di Myanmar yang diperintah junta mengonfirmasi bahwa 226 korban tewas, pada Senin malam.

Dengan 77 orang masih hilang, dua kali lipat dari jumlah korban sebelumnya yang berjumlah 113 orang. Penyiar tersebut juga mengatakan bahwa hampir 260.000 hektar sawah dan tanaman lainnya telah hancur akibat banjir.

Sementara badan tanggap bencana Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOCHA) mengatakan, sekitar 631.000 orang terkena dampak banjir di Myanmar.

UNOCHA mengungkapkan bahwa makanan, air minum, tempat berteduh, dan pakaian sangat dibutuhkan. Badan itu juga memperingatkan bahwa jalur komunikasi yang terputus, jalan yang terblokir, dan jembatan yang rusak sangat menghambat upaya bantuan masuk. Komunikasi yang buruk, terutama dengan daerah terpencil, juga mengakibatkan informasi tentang korban jiwa lambat diperoleh.

PBB pada Senin mengatakan banjir tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah Myanmar baru-baru ini, tanpa memberikan rincian yang tepat.

Banjir parah melanda negara tersebut pada 2011 dan 2015, dengan lebih dari 100 kematian dilaporkan pada kedua kejadian tersebut. Sementara pada 2008 Siklon Nargis menyebabkan lebih dari 138.000 orang meninggal atau hilang.

Lantaran dilanda bencana, Junta militer mengeluarkan permohonan bantuan asing yang jarang terjadi pada akhir pekan, dengan negara tetangga India sejauh ini menjadi satu-satunya negara yang menanggapi.

Diketahui, India mengirimkan 10 ton bahan, termasuk ransum kering, pakaian, dan obat-obatan.

Namun, sebelum banjir terakhir ini, orang-orang di Myanmar telah bergulat dengan dampak perang selama tiga tahun antara junta militer dan kelompok-kelompok bersenjata yang menentang kekuasaannya. Akibat perang dalam negeri itu, jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. (kps/Tribunnews/afp)

Baca juga: Cara Klaim Kode Redeem FF Hari Ini Rabu 18 September 2024: UPDATE! Terbaru yang Masih Aktif

Baca juga: Sandi Harian dan Daily Combo Hamster Kombat Rabu 18 September 2024, Awas Saldo Terkuras!

Baca juga: KENANGAN Terakhir Kakek Tirza, Mahasiswa Udinus Asal Jepara yang Tewas Dibacok Kreak Semarang

Baca juga: 3 Hari Ditahan Polisi Gegara Dituduh Curi Kakao RN Malah Tewas, Diduga Dianiaya Petugas

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved