Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Myanmar

15 Warga Sipil Tewas akibat Serangan Udara Junta Myanmar

Sedikitnya 15 warga sipil tewas dan 10 lainnya terluka akibat serangan udara junta Myanmar di daerah pertambangan emas, Sabtu (11/1).

Ist southfront.org
Dalam empat bulan pertama tahun 2024, sudah ada sebanyak 359 warga sipil termasuk 61 anak-anak, dan melukai 756 lainnya dalam serangan udara yang dilancarkan oleh junta militer Myanmar, sebagaimana dilaporkan pada Sabtu (25/5/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, NAYPYIDAW -- Sedikitnya 15 warga sipil tewas dan 10 lainnya terluka akibat serangan udara junta Myanmar di daerah pertambangan emas, Sabtu (11/1).

Demikian dikatakan juru bicara kelompok pemberontak etnis yang menguasai daerah itu kepada AFP, pada Minggu (12/1).

Dijelaskan, junta Myanmar dituduh melakukan beberapa serangan terhadap sasaran sipil saat berjuang untuk meredakan perlawanan terhadap kudeta 2021.

Menurut Kolonel Naw Bu, juru bicara Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), serangan terbaru itu terjadi sekitar pukul 11.00, pada Sabtu.

"Semua yang tewas adalah warga sipil termasuk penambang emas dan pemilik toko lokal," katanya.

KIA yang dapat mengerahkan sekitar 7.000 pejuang telah memerangi militer selama beberapa dekade untuk mendapatkan otonomi dan kendali atas sumber daya lokal di Negara Bagian Kachin.

Negara bagian ini merupakan rumah bagi tambang batu giok besar dan unsur tanah berat langka, yang sebagian besar diekspor ke China.

Naw Bu mengatakan, serangan itu terjadi di area pertambangan di Kotapraja Tanaing, di bagian barat Myanmar.

 Gambar dari media lokal menunjukkan kawah besar di tengah area yang benar-benar rata dan dipenuhi puing-puing akibat serangan Udara tersebut.

 Seorang penduduk kota yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tiga dari 10 korban luka telah meninggal.

KIA menguasai sebagian besar wilayah negara bagian Kachin yang mayoritas beragama Kristen dan jadi tempat tambang batu giok terbesar di dunia berada.

Wilayah tersebut telah mengalami pertempuran sengit setelah kudeta 2021, dengan junta menuduh KIA mempersenjatai dan melatih Pasukan Pertahanan Rakyat yang baru muncul untuk melawan junta Myanmar.

Secara terpisah, Tentara Arakan melaporkan, junta telah menjatuhkan 15 bom selama tiga serangan pada Sabtu di pasar umum di Kota Kyauktaw di Negara Bagian Arakan.

 Dikatakan, beberapa warga sipil telah tewas dan yang lainnya terluka, tetapi tidak menyebutkan berapa jumlahnya. Diketahui, tentara Arakan terlibat dalam pertempuran sengit dengan militer untuk menguasai Rakhine. (kps/afp)

Baca juga: UPDATE : Jumlah Korban Jiwa Kebakaran Los Angeles Jadi 24 Orang

Baca juga: LDII dan Lemhannas RI Siap Bersinergi Memperkuat Nilai Kebangsaan di Era Globalisasi

Baca juga: Markas GRIB di Blora Digeruduk Puluhan Anggota Ormas Pemuda Pancasila, Ini Duduk Perkaranya

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved