Opini
Tantangan Ekonomi di Tahun 2025
Tahun 2025, sudah berjalan 2 bulan, awal tahun ini disambut dengan isu kenaikan PPN dari 11% menjadi 12%.
Beberapa jasa juga bebas dari kenaikan PPN seperti jasa pendidikan, jasa keuangan, pelayanan kesehatan, jasa angkutan umum, jasa tenaga kerja, jasa asuransi, dan sebagainya.
Dijelaskan oleh Menteri Keuangan bahwa penerapan kebijakan PPN 12?rsifat selektif untuk rakyat dan perekonomian.
Selain kebijakan yang adil, stimulus ini juga mengedepankan keberpihakan terhadap masyarakat.
Untuk menghadapi tantangan ekonomi ini, masyarakat harus lebih cerdas dalam mengelola keuangan.
Persiapkan strategi keuangan yang tepat dengan menerapkan budgeting yang lebih ketat dengan menambah rekening tabungan serta investasi.
Masyarakat juga perlu jeli dalam membelanjakan uang dengan membeli barang atau jasa prioritas, bijak dalam gaya hidup, dan mari kembali ke pasar tradisional, belanja di toko tetangga, menggunakan produk UMKM, dan tidak beli produk premium.
| Antara Reputasi dan Keadilan: Menuntaskan Dilema Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus |
|
|---|
| Paradoks Kurs: Membalik Pelemahan Rupiah Menjadi Lompatan Ekonomi RI |
|
|---|
| Critical Literacy dan Paradox di Kalangan Digital Native |
|
|---|
| Lewat Membaca dan Diskusi, Book Club Semarang Perkuat Nilai Sosial Remaja |
|
|---|
| Anomali Geopolitik Global dan Tantangan PKB Menghadapi Pemilu 2029 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/GHEA-DWI-RAHMADIANE-SE-MSi-Sekertaris-Program-Studi-Sarjana-Tera.jpg)