Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Longsor Gunung Kuda

Puji Siswanto Pahlawan Longsor Gunung Kuda, Ia Tewas Tertimbun Setelah Selamatkan Banyak Nyawa

Kini setelah Puji tiada, terungkap cerita bagaimana teriakan Puji saat longsor Gunung Kuda menyelamatkan banyak nyawa

Penulis: Msi | Editor: muslimah
Kolase Tribunnews/ Tribun Jabar/ Tribun Cirebon/ Adhim Mugni Mubaroq
KORBAN LONGSOR TAMBANG CIREBON - Foto Puji Siswanto (kiri) dan Foto proses evakuasi korban longsor tambang Gunung Kuda (kanan). Puji Siswanto menjadi korban meninggal ke-21 yang akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan di lokasi longsor tambang galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kini setelah Puji tiada, terungkap cerita bagaimana teriakan Puji saat longsor Gunung Kuda menyelamatkan banyak nyawa. 

TRIBUNJATENG.COM - Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor tambang galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (3/6/2025).

Pada hari sebelumnya, Senin (2/6/2025), dua korban tewas kembali ditemukan.

Yakni atas nama Sudiono (51), warga Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon dan Fuji Siswanto (50), warga Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

Dengan demikian, total korban meninggal dalam longsor tersebut menjadi 21 orang.

Dengan demikian kini tersisa empat orang korban lagi yang masih dalam proses pencarian.

Puji Siswanto menjadi korban meninggal ke-21 yang Tim SAR gabungan

Baca juga: Update Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon: 17 Tewas, 8 Masih Tertimbun, Evakuasi Terkendala Cuaca

EVAKUASI KORBAN LONGSOR: Tim SAR gabungan menggotong kantung berisi jenazah yang ditemukan di hari keempat di area barat longsor gunung kuda Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Senin (2/6/2025) petang. (KOMPAS.COM/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)
EVAKUASI KORBAN LONGSOR: Tim SAR gabungan menggotong kantung berisi jenazah yang ditemukan di hari keempat di area barat longsor gunung kuda Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Senin (2/6/2025) petang. (KOMPAS.COM/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON) (KOMPAS.COM/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON)

Kini setelah Puji tiada, terungkap cerita bagaimana teriakan Puji saat longsor Gunung Kuda menyelamatkan banyak nyawa.

Kerabat Puji, Ema Setia Laksana mengungkap pada hari kejadian longsor, Jumat (30/6/2025), Puji berangkat kerja seperti biasa.

Pukul 05.00 WIB, Puji sudah berpamitan dan berangkat dari rumahnya di Desa Parungjaya, Leuwimunding, Majalengka, ke lokasi tambang Gunung Kuda, mencari nafkah untuk keluarganya.

Meski dengan gaji harian Rp 100 ribu - Rp 150 ribu per hari, Puji tetap bekerja di lokasi tambang dengan rajin.

Mencoba mencukupi kebutuhan istri dan anaknya dengan penghasilannya yang tak menentu itu.

"Enggak ada firasat apa-apa, biasa aja. Cuma pamit kerja kayak biasanya," tutur kerabat korban, Ema Setia Laksana, Senin (2/6/2025) malam, dilansir Tribun Jabar.

Lalu saat bekerja di tambang, tiba-tiba tanah mulai retak dan bebatuan bergeser.

Tak langsung menyelamatkan diri, Puji justru berteriak meminta teman-temannya di lokasi tambang untuk cepat berlari menjauh.

Namun kala rekan-rekan Puji berhasil menyelamatkan diri berkat teriakan pria 50 tahun itu, Puji sendiri tak bisa selamat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved