Nasional
Badan Usaha Milik Desa Didorong Untuk Menjadi Mitra SPPG
Badan Usaha Milik Desa hingga Koperasi Unit Desa diharapkan bisa dihidupkan kembali untuk menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
TRIBUNJATENG.COM - Badan Usaha Milik Desa hingga Koperasi Unit Desa diharapkan bisa dihidupkan kembali untuk menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dengan begitu, program Makan Bergizi G ratis nantinya akan semakin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Hal itu disampaikan oleh, Tenaga Ahli Deputi Bidang promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Adib Al-Fikry .
Baca juga: Merawat Asa Para Lansia Melalui Program Kecamatan Berdaya
Baca juga: Dorong Mahasiswa Bangun Personal Branding di Era Digital, GenBI UIN Walisongo Gelar Seminar Karir
“Program MBG menjadi sangat penting karena selain baik untuk masa depan anak - anak Indonesia juga baik bagi kemajuan ekonomi warga lokal,” ucap Adib.
Caranya adalah dengan menghidupkan Bumdes atau Koperasi Desa yang ada untuk menjadi mitra SPPG.
Ia menjelaskan, sejauh ini Badan Gizi Nasional sudah bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Nafa Indria Urbach mengingatkan bahwa menu makan anak-anak di rumah juga tetap harus diperhatikan meski sudah mengikuti program MBG.
“Harus mengandung gizi dan protein yang baik dan cukup. Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan akan melahirkan generasi berkualitas bangsa menuju Indonesia emas di Tahun 2045,” terang Nafa Indria.
Anggota Komisi IX dalam hal ini akan mengawasi program MBG agar dapat berjalan sesuai dengan harapan. (*)
| Danantara Dorong Optimalisasi Aset BUMN, Pelni Tinggal Sisakan 14 Persen |
|
|---|
| Integrasi Layanan Perbankan dan Pariwisata Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Laporan Harta Kekayaan LHKPN Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI |
|
|---|
| Nasib Anggota TNI Serma Anugrah Kini Dituntut Hukuman Mati, Dinyatakan Bersalah |
|
|---|
| Kisah Mbah Samin Hidup Dengan Rp 300 Ribu Sebulan, Tanpa Listrik dan Tampung Air Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-IX-DPR-RI-Nafa-Indria-Urbachsaat-memberikan-sosialisasi-soal-MBG.jpg)