Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Potret Sekolah Rakyat tingkat SMA di Blora Untuk Warga Miskin, Lengkap dengan Asrama dan Lab

Persiapan Sekolah Rakyat di Blora semakin matang, hanya tinggal menunggu waktu untuk dilaunching.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: raka f pujangga
Dok. Dinsos P3A Blora
SEKOLAH RAKYAT - Ruang kelas di Gedung Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 Kabupaten Blora. Dinsos sebut persiapan pelaksanaan sekolah rakyat di Blora sudah matang. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Persiapan Sekolah Rakyat di Blora semakin matang.

Hanya tinggal menunggu waktu, Sekolah Rakyat setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Blora itu bakal dilaunching.

Proses rehab gedung eks SDN 4 Balun, Cepu Blora, yang akan digunakan untuk Sekolah Rakyat juga sudah rampung.

Baca juga: BREAKING NEWS 2 Bocah Laki-laki Tewas Tenggelam di Embung Desa Kedungringin Blora

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengatakan, dari Kementrian Sosial, sekolah rakyat di Blora, diberi nama Sekolah Rakyat Menengah Atas 18 Kabupaten Blora.

"Untuk persiapan, saat ini kita sudah siap ya, mulai dari gedung, sarana prasarana juga sudah siap."

"Untuk Laborat, kemudian Perpustakaan, ruang makan bersama, asrama guru, lapangan olahraga, ruang kelas, ruang guru, CCTV, kemudian kamar mandi, tempat jemuran, tempat ibadah, semuanya sudah siap," katanya, Kamis (10/7/2025).

Selain itu, menurutnya untuk kepala sekolah rakyat, akan dijabat oleh Tri Yuli Setyoningrum, yang sebelumnya merupakan Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Blora.

SEKOLAH RAKYAT - Bupati Blora Arief Rohman saat sidak bangunan gedung yang akan digunakan sebagai sekolah rakyat di Cepu, Blora, Kamis (26/6/2025).
SEKOLAH RAKYAT - Bupati Blora Arief Rohman saat sidak bangunan gedung yang akan digunakan sebagai sekolah rakyat di Cepu, Blora, Kamis (26/6/2025). (Dok. Pemkab Blora)

"Untuk tenaga kependidikan atau gurunya, ini kita masih menunggu dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)."

"Tetapi secara pastinya kita menunggu dari dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Mengingat rombel kita adalah SMA. Jadi kewenangan ada dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Kita terus koordinasi," terangnya.

Adapun untuk calon peserta didik sudah ada 50 anak. Terdiri atas 33 siswi dan 17 siswa.

Sementara itu, sebelumnya, Bupati Blora, Arief Rohman, berencana mengundang Gubernur Jawa Tengah, dan Menteri atau Wakil Menteri Sosial, saat acara launching Sekolah Rakyat di Blora.

"Jadi kita menunggu peresmian secara serentak dari Bapak Presiden di pertengahan Juli ini."

"Setelah itu baru nanti mungkin kita akan mengundang Pak Gubernur atau Pak Mensos atau Wamensos untuk peresmian Sekolah Rakyat yang ada di Cepu," jelasnya.

Baca juga: Mimpi Anak Panti di Tegal: Wamensos RI Kucurkan Ratusan Juta Bantuan dan Dorong Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, Bupati Arief menyebut telah mengecek kesiapan sekolah rakyat yang ada di Kelurahan Balun, Cepu. 

Sudah ada 50 calon peserta didik yang berlatar belakang dari warga miskin, masuk dalam kategori desil 1 dan 2. 

Menurut Arief pemilihan dan seleksi siswa sekolah rakyat dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dinas Sosial. (Iqs)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved