Horizzon
Kita yang Diperolok Iran
Sekali lagi, perang di Iran kali ini juga menjadi pelajaran sekaligus fakta yang memperolok kita semua di Indonesia.
Penulis: Ibnu Taufik Juwariyanto | Editor: abduh imanulhaq
Saya yakin, dengan pengelolaan yang benar, kita bisa mengambil perspektif bahwa harga-harga alutsista yang dipertontonkan di perang Iran ini sebenarnya merupakan harga yang sangat murah untuk Indonesia yang sangat kaya. Coba hitung berapa duit yang kita hamburkan atau kita korupsi.
Yang nyata, kita membangun Monumen IKN yang sampai sekarang tak jelas telah menggerogoti duit APBN Rp 89 triliun. Jika dikonversi ini mungkin bisa setara dengan 50 jet tempur paling canggih koleksi Amerika. Biaya untuk membangun Monumen IKN ini, jika tidak didasarkan pada kebijakan bodoh, maka kita tak lagi punya cerita pertahanan udara kita hanya mengandalkan pesawat bekas yang tak dibekali amunisi.
Terkini, coba hitung biaya untuk program Makan Bergizi Gratis, yang dibujet Rp 335 triliun. Jika ini dikalkulasi untuk lima tahun ke depan, sama artinya kita bisa membeli lima kapal induk secanggih milik Amerika.
Sekali lagi, saya harus mengatakan negeri ini layak malu dengan Iran. Saya membayangkan, kita punya emas di Freport, timah di Bangka, nikel di Sulawesi, batu bara di Kalimantan dan kekayaan alam lainnya yang kita tidak diembargo oleh siapa pun. Logikanya, dengan kekayaan yang kita miliki, rasanya Indonesia tak bakal serendah ini mentalitas militernya di mata dunia.
Sayang, dominasi oligarki yang virusnya masuk hingga ke sendi-sendi kekuasaan di negeri ini membuat negeri ini terus teraniaya dengan korupsi. 80 tahun merdeka benar-benar telah memosisikan negeri ini terjajah oleh bangsanya sendiri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ibnu-Taufik.jpg)