Berita Pekalongan

16 Kelurahan Endemis di Pekalongan Jadi Sasaran Fogging Massal

Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus yang lebih tinggi dengan melakukan fogging massal di daerah endemis.

PEMKOT PEKALONGAN
ILUSTRASI - Petugas Dinkes Kota Pekalongan melakukan fogging di daerah endemis dan fokus kasus DBD, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinkes Kota Pekalongan terus melakukan fogging di daerah endemis dan daerah yang ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto mengatakan, fogging massal terus dilakukan di 16 kelurahan endemis.

Seperti Kelurahan Panjang Wetan, Krapyak, Degayu, dan Padukuhan Kraton di Kecamatan Pekalongan Utara. 

Baca juga: Damkar Kota Pekalongan Cek Sarana Proteksi Kebakaran di Perusahaan-perusahaan

Baca juga: Pengurus PKK Tingkat Kelurahan dan Kecamatan di Pekalongan Dapat Pelatihan Public Speaking 

Kelurahan Kalibaros, Setono, Noyotaansari, dan Kauman di Kecamatan Pekalongan Timur. 

Kelurahan Medono, Bendan Kergon, Tirto, dan Pringrejo di Pekalongan Barat. 

Kelurahan Buaran, Kradenan, Banyuurip, Kuripan Kertoharjo, dan Kuripan Yosorejo di Pekalongan Selatan. 

"Berbagai upaya kami lakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus yang lebih tinggi dengan melakukan fogging massal di daerah endemis."

"Daerah yang setiap tahun pasti ada kasus DBD."

"Misalnya tahun ini ada dan tahun berikutnya ada."

Baca juga: Pemkot dan DPRD Kota Pekalongan Bahas Raperda Batik TV dan Penanaman Modal 

Baca juga: Ini Pentingnya Pelaku UMKM di Kota Pekalongan Miliki Izin Kelengkapan Usaha

"Itu kami masukkan di wilayah endemis,” kata Budiyanto kepada Tribunjateng.com, Selasa (19/7/2022).

Selain daerah endemis, menurut Budiyanto, pihaknya juga melakukan fogging fokus. 

Artinya pelaksanaan fogging menyasar ke daerah yang ditemukan adanya kasus DBD.

Karena dalam kondisi cuaca seperti saat ini, banyak terjadi perkembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD. 

"Kami juga lakukan fogging fokus pada lingkungan yang ditemukan penderita DBD."

"Tujuannya untuk mengantisipasi supaya penularan bisa dikendalikan," ungkapnya. (*)

Baca juga: Terdengar Ledakan Sebelum Api Berkobar di Lantai 3 Ruko

Baca juga: Bimtek Tim Penilai JFPH 2022 : Penilaian Standar Operasional Prosedur Instansi Pemerintah

Baca juga: Hendi Geber Agenda Wisata Untuk Mantapkan Ekonomi Semarang

Baca juga: Ini 25 SMA Terbaik Se-Indonesia Berdasarkan Nilai UTBK 2021 Versi LTMPT

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved