Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Sosok Putri Merdekawati Pembatik Warna Alam Asli Semarang yang Tembus Pasar Eropa

Batik SiPutri memiliki ciri khasnya tersendiri yakni motif-motif flora dan warna batik yang teduh untuk dipandang

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
Tribunjateng/Rezanda Akbar
BATIK WARNA ALAM: Putri Merdekawati Pembatik Warna Alam Asli Indonesia yang Tembus Pasar Eropa. 

Untuk produk koleksi pakaiannya, yakni pada sekitar Rp 200 ribuan karena merupakan kombinasi dengan kain lainnya. Sedangkan aksesoris dan lainnya berkisar Rp 100 ribuan.

Pemasaran produk batik pewarna alam SiPutri melalui daring dan luring. Untuk pemasaran daring, telah menggunakan beragam media sosial serta marketplace, sedangkan pemasaran luring produk siPutri berada di galerinya, di bandara, Kota lama Semarang, juga bekerja sama dengan beberapa hotel di Jakarta.

"Pemasaran kami tidak hanya di Indonesia saja dominannya di kota besar, namun juga beberapa kali di luar negeri seperti Jerman, Canada, Singapore, Korea Selatan, Dubai dan Malaysia. Tentu tantangan ya, kami juga harus buat batiknya agar tidak luntur dan bertahan di empat cuaca," ujarnya.

Survive saat Pandemi Covid

Tentunya, konsistensi Putri Merdekawati juga pernah diuji perjalanan suksesnya tidak semulus yang dikira. Banyak cobaan yang harus dia jalani seperti halnya bertahan saat Covid-19.

Ketika itu dirinya hanya menjual produknya di Indonesia saja, tentu lesuhnya ekonomi Indonesia sempat membuat dia kesulitan.

Penjualan yang terus menurun, produk yang tak laku dan perputaran uang yang mandek menjadikan dirinya sempat merumahkan para pegawainya.

Namun masa-masa gelap yang menjadi cobaan Putri tetap saja bisa dia lewati, melalui beragam pelatihan yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN yang dinaungi oleh Bank BRI dia mendapatkan beragam ilmu yang telah dia ikuti.

Dengan keberadaan Rumah BUMN Semarang, Putri memanfaatkan berbagai pelatihan yang digelar, mulai pelatihan ekspor impor, pelatihan literasi keuangan, hingga pemasaran digital.

"Pandemi itu benar-benar terpuruk. Omzet terjun bebas sampai 80persen. Kemudian perlahan kami bangkit dan pemasaran lewat online ke luar negeri. Dari situ yang menolong Batik Pewarna Alam ini tetap eksis," tuturnya. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved