Breaking News:

Berita Jepara

Kesehatan Anak Jadi Prioritas, Bupati Jepara Dian Kristiandi Akan Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengakui jika kebijakan menutup sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menimbulkan pro dan kontra.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: moh anhar
Dokumentasi Humas Pemkab Jepara
Bupati Jepara Dian Kristiandi saat memberikan keterangan secara live kepada satu stasiun swasta di Balai Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. 

TRIBUNJEPARA.COM, JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi mengakui jika kebijakan menutup sementara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. 

Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara keseluruhan terkait penyelenggaraan PTM di Kabupaten Jepara. 

Evaluasi tersebut, kata pria akrab disapa Andi itu, termasuk di dalamnya, membahas kapan pelaksanaan pendidikan secara langsung ini dibuka kembali setelah munculnya kluster sekolah di Jepara. 

Baca juga: Komplotan Alas Roban Beraksi Lintas Provinsi, Sebelum Beraksi Bobol Minimarket, Amati Target 12 Jam

Baca juga: Pengundian Lapak Pasar Johar Semarang Dinilai Sudah Transparan, DPRD Minta Tetap Perlu Evaluasi

Baca juga: Fokus : Branding Pasar Johar

“Akan segera kita bahas terkait dengan pelaksanaan PTM ini. Termasuk tentu akan mengundang para pihak terkait,” kata Andi, Jumat (24/9/2021).

Politisi PDIP itu mengungkapkan jika di satu sisi ada orang tua yang keberatan putra putrinya kembali kepada pembelajaran daring, karena memang sudah lama tidak masuk dan bertatap muka dengan gurunya.

Namun di sisi lain, ada orang tua yang setuju dengan kebijakan tersebut, karena harus diambil tindakan sebelum menyebar ke mana-mana.

“Memang ada beragam pendapat yang muncul setelah kebijakan itu diambil. Nanti akan segera kita evaluasi. Namun yang perlu dipahami adalah kesehatan anak didik menjadi hal yang utama,” imbuh Andi.

Baca juga: Atlet dan Pelatih Berprestasi di Karanganyar Dapat Insentif

Baca juga: Bangun Support System Jadi Aspek Terpenting dalam Penyembuhan Trauma Anak Korban Kekerasan Seksual

Baca juga: Kasus Covid-19 Sudah Turun, RSUD KRMT Wongsonegoro Kembali Buka Jam Kunjungan Pasien

Lebih lanjut Andi menuturkan jika kebijakan penutupan sementara PTM ini diambil untuk mengingatkan kembali kepada warga masyarakat bahwa Covid-19 ini masih ada. 

Menurut Andi, kesehatan anak didik menjadi hal yang utama, tanpa mengeyampingkan pendidikan, dan kesejahteraan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved