Banjir Semarang
Pesisir Jateng Tenggelam, Solusi Pemerintah Dianggap Salah Kaprah
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menyebut pesisir Jawa Tengah (Jateng) sudah berada di titik kritis.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Diberitakan sebelumnya, Penjabat atau Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana berkomitmen menyelesaikan dampak krisis iklim dan masalah lingkungan hidup di wilayahnya.
"Pemprov Jateng berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah penyelesaian krisis iklim dengan cara-cara inovatif dan mengedepankan prinsip keadilan," kata Nana dalam keterangan tertulis.
Nana melanjutkan, upaya mengatasi dampak perubahan iklim juga dilakukan di wilayah pesisir yang terdampak rob.
Misalnya di Kota Semarang, dengan pembuatan tanggul yang kini sudah jadi sekitar 3,5 km. (Iwn)
Baca juga: Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Kudus Tunggu KPU RI
Baca juga: Gara-gara Jadwal Piket, Dokter Koas Unsri Babak Belur Dipukuli Sopir Rekannya
Baca juga: Dekoruma Hadir di Semarang dengan Konsep Baru
| Korban Banjir Semarang akan Dapat Dana Tunjangan Hunian Rp 600 Ribu Tiap Bulan |
|
|---|
| Begini Cara Pemkot Semarang Menangani Banjir di Mangkang dan Purwoyoso |
|
|---|
| "Sepatu dan Seragam Anak Buat Sekolah Hilang Semua", Cerita Pilu Korban Banjir di Kalibanteng Kulon |
|
|---|
| Detik-detik Banjir Menerjang Purwoyoso Ngaliyan, Tinggi 1 Meter Merusak Jalan Hingga Tanggul |
|
|---|
| Hujan Deras Sabtu Malam Sebabkan 3 Kejadian Banjir dan 1 Tanah Longsor di Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Banjir-KJaligawe-12-desember.jpg)